Rabu, 13 April 2016

Ulang Tahun Aini Yang Ke-3

Hari ini tepatnya hari Rabu tanggal 13 April 2016, anakku Ainiyah Putri Maritza (Aini) genap berusia 3 tahun. Tidak ada yang special yang bisa kami berikan kepadanya pada hari bahagianya kali ini. Hanya pelukan hangat penuh kasih sayang serta ucapan "Selamat Ulang Tahun" dari Ayah dan Ibunya serta Kakak-kakaknya (Ayu dan Mala).

Anakku....
Seiring dengan bertambahnya usiamu
Kami Ayah dan Ibumu serta Kakak-kakakmu
Hanya bisa mendoakan...
Semoga kelak kamu menjadi anak yang sholeha
Menjadi Anak yang berbakti kepada kedua orang tuan
Menjadi Anak yang bermanfaat bagi orang lain
Aamin....

Anakku...
Ayah ingin mempersembahkan sebuah puisi...
Semoga kelak engkau besar nanti,
Kamu bisa membaca tulisan ini.


Saat pertama melihatmu, bahkan hingga kini…
Adalah keajaiban bagiku
Saat pertama memelukmu, bahkan hingga kini…
merupakan keindahan yang selalu menggetarkan kalbuku

Memilikimu dalam hidupku…
adalah bukti kesempurnaan kasih Allah swt padaku
Hingga karenanya
Kuingin selalu berikan yang terbaik untukmu
sebagai ungkapan syukurku pada Allah swt.

Membimbing dan mendidikmu
merupakan tugas suci yang kuendapkan dalam darahku
Menjaga dan mengasihimu
akan selalu menjadi langkah berirama dalam detak jantungku

Berdoa dan berharap
akan selalu menjadi energi yang mengisi hati dan pikiranku
Hingga menegur dan memarahimu
bagaikan duri yang harus kutelan dan mengoyak hatiku
sekalipun duri itu tak boleh kubuang
Karena kuingin kau menjadi dirimu yang tangguh, tegar, kuat dan mandiri.

Dan kuingin kau tahu
aku akan selalu mencintaimu dan bangga padamu
meski tubuhku pudar dan raga sirna….bersama waktu



JANGAN LUPA JOIN PAYTREN

KLIK BANNER BERIKUT



Jumat, 24 Juli 2015

Untukmu Wahai Istriku

Tak terasa hari ini genap 9 tahun kita membina rumah tangga. Tak terasa pula kita sudah dikarunia 4 orang putri.
Istriku, ijinkan aku untuk menulis ini di hari ulang tahun pernikahan kita. Semoga engkau meluangkan waktu untuk membacanya.

Wahai istriku…, kutulis surat ini dengan rasa cinta dan kasih sayang kepadamu. Semoga Allah senantiasa menjagamu. 
Istriku, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan aku hanya ingin memberi tahu perasaan ku saat ini..... mungkin berjuta-juta kata tidak bisa untuk mengungkapkan rasa kagum ini kepada mu dan banyaknya rasa syukur didalam dada ini, yang tidak bisa aku utarakan kepada mu. 
Betapa beruntungnya diriku memperoleh dirimu disisiku. Aku sangat malu ketika engkau begitu tulus melayani dan mendampingi. Engkau adalah perhiasan yang aku miliki dan maafkan aku jika tidak dapat menjagamu..
Sungguh engkau ibu yang terbaik bagi anak-anakku dan maafkan aku perlakukan dirimu tidak sebaik-baiknya, karena aku menyakitimu dengan cintaku....dan engkau mengerjakan yang seharusnya tidak engkau kerjakan.
Istriku, engkau adalah guru bagi anak anak dalam rumahku sementara kubiarkan engkau kerjakan semua pekerjaan rumah sendiri sebenarnya aku malu tidak dapat membantumu dalam hal ini.
Wahai istriku, ijinkan aku untuk memohon maaf untuk sebuah kewajiban yang harus ku tunaikan sebagai suami namun tidak dapat memenuhinya, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga, namun aku tak mampu memimpin dengan tegas, begitu takut diriku ketika ditanya tentang kepemimpinanku kelak....,

Wahai istriku,aku telah berusaha menjadi suami yang baik, yang menyayangimu namun maafkan jika diriku telah tergelincir.... Kecenderunganku telah melupakan segalanya...
Aku tidak bisa manjadi seperti seorang suami yang engkau dambakan...ketika aku telah melewatkan malam- malam tanpa shalat malam.

Wahai istriku, maafkan aku selalu menuntut engkau tampil rapih, wangi dihadapan diriku. Sementara perhatianmu lebih mengutamakan kepada putri-putriku, maakan aku jika engkau diperlakukan tidak menyenangkan....

Wahai istriku, maafkan jika engkau melihat dari sikap diriku dan memaksa dirimu mendengarkan hasrat kecenderunganku...itu semata ingin sekali melihat rasa cemburumu sebagai bukti rasa cintamu padaku. Yang dengan itu, aku berusaha menjaga dan mencintaimu, semoga dengan sebab kecemburuanmu menjadi sebab terjaganya diriku,

Wahai istriku, engkau dalam pandanganku seorang yang sangat berharga bagi diriku, sosok yang luar biasa dan perkasa, ketaatanmu yang membuat diriku tambah mencintai dirimu.

Wahai istriku, kebaikanmu begitu besar kepada diriku, kasih sayang dan kelembutanmu, ketaatan dan kesetiaanmu, pelayanan dan pengorbananmu begitu terasa oleh diriku. Wahai istriku, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan masukkanmu kedalam surga-Nya.
"Wahai istriku, diriku telah keliru, hakmu yang terlalaikan, untuk itu jangan engkau ragu untuk menasehatiku,
Wahai istriku, maafkan aku sebagai suami. Sebenarnya aku ingin mengajarkan perkara agama kepada dirimu, tentang permasalahan tauhid, sholat, puasa dan permasalahan agama yang lainnya, namun pemahaman agamaku sangat lemah, aku tahu hal ini adalah diantara kewajibanku sebagai seorang suami,

Wahai istriku, doakan aku agar selalu melangkahkan kaki ini, mengerahkan tenaga mencari rezeki yang halal yang Allah tetapkan untuk diriku, sebagai tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi anak dan dirimu,

Wahai istriku, sesungguhnya diri ingin selalu berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik dengan dirimu, dengan kelembutan dan kasih sayang, dengan tutur kata yang sopan dan etika yang baik, dengan mendengar dan menghargai pendapatmu, dengan membantu dan meringankan pekerjaanmu, dengan bersikap yang baik dan menjaga perasaanmu. 
Wahai istriku, maafkan suamimu ini jika masih jauh dari hal itu, dan aku memohon doa agar aku mampu berusaha berbuat yang terbaik untuk dirimu.

Wahai istriku, sungguh aku berterimakasih engkau telah menyayangi dan merawat ibuku dikala beliau sedang sakit. Engkau mencintai seperti aku mencintainya, engkau berlaku lemah lembut kepadanya, karena itu aku yakin engkau akan disayangnya melebihi kasih sayangku.
Duhai istriku....engkaulah ratu bidadari surgaku.
Wassalam.
 
;