Tanggal 13 dan 14 Februari menjadi hari yang penuh makna dalam perjalanan saya dan anak saya, Auliani Putri Kumala (Mala), dalam ikhtiarnya mengikuti seleksi masuk Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) tahun 2026.
13 Februari – Perjalanan dan Hujan Demi Uji Coba CBT
Pada 13 Februari kemarin, kami menyeberang dari Larantuka menuju Tobilota dalam kondisi hujan lebat. Laut dan cuaca seakan menguji keteguhan hati kami. Dari Tobilota, dengan menggunakan sepeda motor kami
langsung menuju lokasi Uji Coba CBT di MTsN 1 Flores Timur yang berada di Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur yang berjarak kurang lebih 28 km.
langsung menuju lokasi Uji Coba CBT di MTsN 1 Flores Timur yang berada di Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur yang berjarak kurang lebih 28 km.
Tanpa banyak istirahat, Mala langsung mengikuti Uji Coba CBT di ruang Laboratorium. Sementara teman-teman lainnya sudah selesai mengikuti Uji Coba CBT pada hari kemarin. Saya melihat kesungguhannya. Wajahnya mungkin lelah oleh perjalanan, tetapi semangatnya tidak surut sedikit pun.
Selesai uji coba, barulah kami menuju tempat penginapan sementara di Perumahan Kampung Baru, Desa Saosina. Malam tadi kami beristirahat dengan hati yang penuh doa. Saya tahu, ini bukan sekadar perjalanan fisik—ini adalah perjalanan membangun masa depan.
Pagi ini, 14 Februari, saya kembali mengantar putri saya Mala ke lokasi yang sama di MTsN 1 Flores Timur untuk mengikuti CBT yang sesungguhnya.
Ia tidak sendiri. Ada 5 orang temannya dari SMP Negeri 1 Larantuka yang juga mengikuti tes tersebut. Selebihnya adalah peserta dari MTsN 1 Flores Timur itu sendiri. Melihat mereka bersama-sama, saya merasakan semangat kebersamaan yang indah—berjuang bersama, bermimpi bersama.
Ujian dimulai pada jam 08.00 WITA dan selesai tepat pukul 11.20 WITA. Setelah itu, kami mencari makan untuk makan siang. Makanan sederhana terasa begitu nikmat setelah ketegangan dan konsentrasi beberapa jam di ruang ujian.
Kami kemudian kembali ke penginapan untuk berkemas. Tepat pukul 13.00 WITA, kami berangkat menuju Tobilota, lalu kembali menyeberang ke Larantuka.
Perjalanan pulang terasa berbeda. Lebih ringan. Lebih tenang. Karena satu tahap telah dilewati dengan penuh usaha.
Sebuah Perjuangan yang Akan Selalu Dikenang
Saya menyadari, keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir. Ia tentang keberanian untuk mencoba. Tentang kesanggupan melangkah meski hujan turun deras. Tentang kesediaan berkorban waktu, tenaga, dan kenyamanan.
Untuk Mala, anakku…
Perjalanan ini telah mengajarkan banyak hal.
Tentang disiplin.
Tentang kesungguhan.
Tentang arti sebuah cita-cita.
Apapun hasilnya nanti, perjuangan ini sudah menjadi kemenangan tersendiri. Karena kami telah berusaha sekuat hati, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi hasil.
Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang gemilang.
Aamiin.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar