Selasa, 17 Februari 2026

Tarawih Pertama Ramadhan 1447 H: Syukur di Awal Perjalanan 🌙


Malam ini, 17 Februari 2026, kami menapaki langkah pertama di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Hati terasa begitu tenang ketika kaki melangkah menuju masjid untuk menunaikan sholat tarawih perdana tahun ini. Ada rasa haru yang sulit diungkapkan—karena kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan adalah nikmat yang luar biasa.

Di Masjid Al Amin Weri, jamaah belum terlalu banyak. Saf-saf sholat masih longgar, hanya beberapa baris yang terisi. Namun justru dalam kesederhanaan itu terasa kehangatan yang mendalam. Suara imam yang mengalun lembut menembus keheningan malam, membawa hati semakin khusyuk dan tunduk.

Setiap rakaat terasa seperti awal dari perjalanan panjang sebulan penuh. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menata hati, memperbaiki diri, dan memperkuat iman. Malam ini menjadi titik awal untuk memperbaharui niat, membersihkan jiwa, dan meneguhkan tekad.

Besok pagi, insyaAllah, kita mulai menjalankan puasa pertama Ramadhan 1447 H. Sebuah ibadah yang bukan hanya melatih fisik, tetapi juga menguatkan kesabaran dan keikhlasan.

Dalam doa malam ini, terpanjat harapan yang tulus: Semoga Allah memberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan puasa sebulan penuh.
Semoga setiap ibadah diterima dan setiap langkah dimudahkan.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.

Ya Allah, Engkau telah mempertemukan kami kembali dengan Ramadhan 1447 H. Izinkan kami menjalaninya hingga akhir dengan penuh istiqamah, hingga tiba hari kemenangan dalam keadaan bersih dan penuh ampunan.

Ramadhan telah tiba.
Dan kami menyambutnya dengan syukur, harapan, dan semangat yang baru. 🌙✨

By Aldy Forester

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;