Sabtu, 29 Januari 2022

JunJun, Doa yang Lama Kami Titipkan pada Langit

Hari ini, 29 Januari 2022.

Dengan tangan yang masih gemetar dan hati yang masih dipenuhi haru, saya menuliskan catatan ini—beberapa saat setelah tangisan pertamanya terdengar.

Alhamdulillah… hari ini Allah menganugerahkan kepada kami seorang putra. Anak kelima kami. Anak laki-laki satu-satunya yang telah lama kami harapkan dalam doa-doa yang tak pernah putus.

Kami memberinya nama panggilan sederhana namun penuh cinta: JunJun.

Rasanya sulit menggambarkan perasaan saat pertama kali mendengar tangisnya. Ada getar bahagia yang menjalar ke seluruh tubuh. Ada syukur yang tak mampu lagi dibendung oleh kata-kata. Penantian panjang itu akhirnya terjawab hari ini. Di ruangan ini, dalam suasana yang masih terasa hangat dan penuh haru, kami menyadari bahwa Allah benar-benar Maha Baik.

JunJun hadir bukan sekadar melengkapi keluarga kami. Ia hadir sebagai jawaban atas harapan yang lama kami simpan. Selama ini kami hanya bisa berdoa dan berharap, dan hari ini doa itu menjelma menjadi seorang bayi mungil yang kini terbaring tenang.

Orang tua kami begitu bahagia. Wajah mereka memancarkan syukur yang dalam. Doa-doa langsung terucap, memohon agar JunJun tumbuh sehat, kuat, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga.

Kakak-kakaknya (Qya, Ayu, Mala dan Aini) pun tak kalah gembira. Mereka sudah tak sabar ingin melihat dan memeluk adik kecilnya. Saya bisa membayangkan betapa rumah kami nanti akan dipenuhi tawa, langkah-langkah kecil, dan keceriaan yang semakin lengkap.

Hari ini, di tanggal ini, kami kembali diingatkan bahwa setiap anak adalah amanah. JunJun adalah titipan yang harus kami jaga dengan sepenuh hati. Ia adalah anugerah, sekaligus tanggung jawab besar yang Allah percayakan kepada kami.

Catatan ini saya tulis agar kelak, ketika JunJun telah tumbuh besar, ia tahu bahwa sejak detik pertama ia hadir di dunia, ia sudah disambut dengan cinta yang begitu besar.

Selamat datang, anakku.
Engkau adalah doa yang menjadi nyata hari ini.
29 Januari 2022—hari ketika langit menjawab harapan kami.

By. Aldy Forester

 
;