Tampilkan postingan dengan label ulang tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulang tahun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2026

41 Tahun Cinta Yang Terjaga : Untuk Istriku Tercinta

Hari ini, aku kembali diingatkan tentang satu anugerah terbesar dalam hidupku—kehadiranmu, istriku tercinta, yang genap berusia 41 tahun. Sebuah usia yang bukan hanya tentang angka, tetapi tentang perjalanan panjang penuh makna, kesabaran, pengorbanan, dan cinta yang tak pernah berkurang.
Alhamdulillah…
Rasa syukur tak pernah cukup untuk menggambarkan betapa berartinya engkau dalam hidupku. Kurang lebih 20 tahun kita menjalani bahtera rumah tangga bersama. Melewati suka dan duka, tawa dan air mata, harapan dan ujian—semuanya kita lalui berdampingan, saling menguatkan.
Dari perjalanan itu, Allah telah menitipkan kepada kita lima orang anak yang menjadi sumber kebahagiaan sekaligus amanah terbesar dalam hidup kita. Engkau bukan hanya seorang istri, tapi juga ibu yang luar biasa—yang dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keikhlasan membesarkan serta mendidik mereka tanpa lelah.
Aku tahu, tidak semua hari mudah. Tidak semua langkah ringan. Tapi engkau tetap bertahan, tetap tersenyum, tetap menjadi tempat pulang yang menenangkan.
Di hari istimewa ini, izinkan aku menyampaikan doa dan harapan:
Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, umur panjang yang penuh berkah, serta kebahagiaan yang tak pernah putus untukmu.
Semoga setiap lelahmu menjadi pahala, setiap air matamu menjadi penghapus dosa, dan setiap langkahmu selalu dalam lindungan-Nya.
Untuk rumah tangga kita ke depan, aku berharap kita tetap saling menggenggam, saling menguatkan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga cinta ini terus tumbuh, tidak hanya di dunia, tapi juga hingga ke surga-Nya.
Aku juga berdoa agar kita bisa terus menjadi orang tua yang mampu membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang baik, berakhlak, dan membanggakan.
Terima kasih telah menjadi bagian terindah dalam hidupku.
Terima kasih telah memilih bertahan dan berjalan bersamaku sejauh ini.
Selamat ulang tahun yang ke-41, istriku tercinta.
Cintaku padamu, insyaAllah, tak akan pernah berkurang—justru semakin dalam seiring waktu.

Kamis, 05 Maret 2026

Barakallahu Fii Umrik, Ayu


Delapan belas tahun yang lalu,
Allah menitipkan sebuah cahaya kecil dalam keluarga kami.
Sejak saat itu rumah kami tak pernah sama,
karena hadirmu membawa tawa, harapan, dan doa.

Hari ini engkau berdiri di gerbang kedewasaan,
putri kami yang dulu kami tuntun langkahnya.
Kini kami hanya mampu mengiringimu
dengan doa yang tak pernah putus.

Barakallahu fii umrik, Ayu.
Semoga umurmu dipenuhi keberkahan,
langkahmu selalu dijaga Allah,
dan hidupmu menjadi kebaikan bagi banyak orang.

Engkau bukan sekadar anak bagi kami,
engkau adalah alasan kami selalu bersyukur kepada-Nya.

By Aldy Forester

Barakallahu Fii Umrik Ayu: 18 Tahun Anugerah dalam Keluarga Kami

Hari ini, 5 Maret 2026, adalah hari yang sangat istimewa bagi keluarga kecil kami. Hari ini putri kedua kami genap berusia 18 tahun. Sebuah usia yang menandai perjalanan dari masa remaja menuju kedewasaan, sebuah fase kehidupan yang penuh harapan, mimpi, dan tanggung jawab.

Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan kepada putri kami hingga hari ini. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kami menggandeng tangan kecilnya, menuntunnya belajar berjalan, mendengarkan celoteh polosnya, dan melihatnya tumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa.

Kini ia sedang menapaki salah satu tahap penting dalam hidupnya, menempuh pendidikan di kelas XII MAKN Ende dan sebentar lagi akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi. Kami sebagai orang tua merasa bangga melihat semangatnya dalam belajar, berjuang meraih cita-cita, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, kehadirannya membawa warna tersendiri dalam keluarga kami. Ia menjadi penghubung yang hangat antara kakak dan adik-adiknya. Kehadirannya sering menghadirkan tawa, kebersamaan, dan cerita-cerita sederhana yang membuat rumah terasa lebih hidup.
Di hari ulang tahunnya yang ke-18 ini, kami sebagai ayah dan ibu hanya bisa memanjatkan doa yang tulus dari hati yang paling dalam. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, menjaga setiap langkahmu, memudahkan jalanmu dalam menuntut ilmu, serta mengantarkanmu menuju masa depan yang penuh keberkahan.

Kami juga berharap engkau tumbuh menjadi pribadi yang kuat, rendah hati, penuh kasih sayang, serta selalu ingat kepada Tuhan dalam setiap langkah kehidupanmu.

Untuk kakak dan adik-adikmu, hari ini juga menjadi hari kebahagiaan bagi mereka. Mereka turut bersyukur memiliki saudari yang selalu hadir dalam kebersamaan keluarga, yang menjadi teman berbagi cerita, canda, dan dukungan dalam kehidupan sehari-hari.

Anakku tersayang, usia 18 tahun bukan hanya tentang bertambahnya angka dalam kehidupan, tetapi juga tentang bertambahnya tanggung jawab, kedewasaan, dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup.

Ketahuilah bahwa doa kami sebagai orang tua akan selalu menyertai setiap langkahmu, di mana pun engkau berada.


Selamat ulang tahun yang ke-18, anak kami tercinta.

Semoga hidupmu selalu dipenuhi cahaya kebaikan, ilmu yang bermanfaat, hati yang kuat, dan masa depan yang indah.

Terima kasih telah menjadi bagian dari kebahagiaan dalam keluarga kecil kami.

Dengan penuh cinta dan doa,
Ayah, Ibu, Kakak, serta adik-adikmu.

By Aldy Forester

Kamis, 19 Februari 2026

19 Tahun Cahaya Itu Bernama Qya



19 Februari 2026

Hari ini, tepat 19 tahun yang lalu, Allah menghadirkan seorang bayi perempuan ke dalam pelukan kami. Tangis pertamamu adalah suara paling indah yang pernah kami dengar. Sejak saat itu, hidup Ayah dan Ibu tak pernah sama lagi—lebih penuh cinta, lebih penuh harapan, dan lebih penuh doa.

Rizqyah Forestryani… putri sulung kami.
Qya, panggilan hangat yang selalu membuat rumah terasa hidup.

Nak, hari ini engkau genap 19 tahun. Usia yang tidak lagi kecil, namun juga masih dalam perjalanan panjang menuju kedewasaan. Kini engkau sedang menempuh pendidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, mengejar cita-cita dan masa depanmu. Di hari bahagiamu ini, jarak memisahkan kita. Rumah terasa lebih sunyi tanpa tawa dan ceritamu. Namun percayalah, meski raga kita berjauhan, doa Ayah dan Ibu tak pernah berjarak.

Kami bangga padamu, Nak.
Bangga atas langkah beranimu merantau, bangga atas tekad dan kesungguhanmu menuntut ilmu. Tidak mudah menjadi anak sulung—menjadi contoh bagi adik-adik, menjadi harapan, sekaligus menjadi kekuatan dalam keluarga. Tapi Qya telah menjalani semuanya dengan ketulusan.

Di hari ulang tahunmu yang ke-19 ini, izinkan Ayah dan Ibu menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT :


Ya Allah,
Panjangkanlah umur putri kami dalam keberkahan.
Sehatkanlah jasmani dan rohaninya.
Lapangkan hatinya dalam menghadapi setiap ujian.
Terangi langkahnya dalam menuntut ilmu.
Jadikan ia anak yang shalihah, kuat, mandiri,
dan kelak menjadi perempuan yang bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Qya, adik-adikmu di rumah juga menyebut namamu hari ini dengan penuh rindu. Mereka bangga memiliki kakak sepertimu. Mereka belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan mimpi dari sosok kakaknya. Mereka mendoakan agar Kak Qya selalu diberi kemudahan, dijauhkan dari kesedihan, dan dikelilingi oleh orang-orang baik di perantauan.

Nak, 19 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan tentang tumbuh, tentang jatuh dan bangkit, tentang belajar menjadi dewasa. Jangan pernah takut bermimpi besar. Jangan pernah lelah berusaha. Dan jangan pernah lupa bahwa di rumah ini selalu ada Ayah, Ibu, dan adik-adik yang menunggu dengan doa yang tak pernah putus.

Walau hari ini kami tidak bisa memelukmu secara langsung, pelukan doa kami lebih erat dari apa pun. Semoga suatu hari nanti, ketika engkau membaca tulisan ini, engkau tahu bahwa di setiap detik hidupmu, ada cinta yang tak pernah berkurang—bahkan semakin bertambah seiring usiamu.

Selamat ulang tahun ke-19, putri sulung kebanggaan kami.
Teruslah menjadi cahaya, Qya.

Dengan penuh cinta dan syukur,
Ayah, Ibu, dan adik-adikmu 🤍

Senin, 16 Mei 2016

Ulang Tahun Mala ke-5

Tidak terasa sudah 5 tahun anakku Auliani Putri Kumala (Mala) menghiasi kehidupan keluarga kecilku. Hari ini tepat tanggal 16 Mei 2016 adalah hari ulang tahun ke-5 dan seharusnya menjadi hari berbahagia buatnya. Namun, tidak ada sesuatu apapun yang bisa diberikan selain ucapan do'a dari ayah, ibu, kakak dan adiknya.

Disadari bahwa Ulang Tahun Mala kali ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, walaupun memang tahun-tahun sebelumnya tidak ada perayaan sebagaimana anak-anak sebayanya yang lain.
Yang membuat beda adalah saya dan ibunya sempat tidak mengingat kalau ternyata hari ini adalah Hari Ulang Tahun untuknya. Saking sibuknya dengan saat-saat terakhir mau melakukan penelitian akhir. Maaf ya Nak...!!

Di hari ulang tahunmu kali ini, saya dan ibumu hanya bisa memberikan do'a buatmu, semoga kelak kamu menjadi anak yang sholeha, berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi orang-orang yang ada disekitarmu. Aamiin.

Berikut ini rangkai do'a yang dapat ayah dan ibumu panjatkan khusus buatmu, dan juga tak terkecuali buat adik dan kakak-kakakmu.

Ya Allah Ya Karim...
Karuniakanlah kepada anak-anak kami akhlak yang mulia dan ilmu yang bermanfaat.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim...
Jadikanlah anak-anak kami, anak yang soleh dan solehah, anak-anak yang berbakti pada orang tuanya, mencintai Rosul, dan taat kepada-Mu.

Ya Allah Yang Maha Pencipta....
Karuniakanlah kepada anak-anak kami kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan fisik yang sempurna.

Ya Allah Yang Maha Pelindung.....
Lindungilah anak-anak kami dari segala macam penyakit dan musibah.

Ya Allah Ya Razaaq....
Bukakanlah pintu-pintu rizki bagi anak-anak kami, baik rizki yang sudah kami duga maupun rizki yang tidak kami duga.

Ya Allah Ya Qadir....
Panjangkan usia anak-anak kami dan jadikanlah anak-anak kami manusia yang penuh manfaat bagi sebanyak-banyak umat dikemudian hari kelak....
Aamiin....


Sebagai hadiah buatmu, ayah dan ibumu ingin mempersembahkan sebuah puisi buatmu, kelak kalau kamu sudah besar nanti, insya Allah dapat membacanya. 


Anakku sayang

Tak terasa sudah 5 tahun kau hadir menemani kami
Kau hadir disaat hati ini lara
Kau buah cinta kami..kau penyejuk di jiwa ini
Kau memang kami damba, kami nanti dengan segenap jiwa

Anakku sayang..
Kau harapan kami tuk masa depan
Kau bisa membuat sedih jadi bahagia

Anakku sayang..
Kau kekuatan cinta yang tak ada tandingannya
Kala kau bahagia kami sangat bahagia
Kala kau sedih hati ini ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa
Dikala kau sakit semua tubuh ini juga terasa sakit

Segenap jiwa kami berikan untukmu anakku
Sepenuh hati kami berjuang untukmu
Harapan kami padamu jadilah anak yang solehah
Anak yang berbakti pada semua

Anakku sayang do’a kami selalu untukmu
Selalu dan selalu …
Hanya untuk kebahagiaanmu
buah hatiku yang paling berharga
Auliani Putri Kumala tersayang.

======================================================


JANGAN LUPA JOIN PAYTREN


KLIK BANNER BERIKUT




Rabu, 13 April 2016

Ulang Tahun Aini Yang Ke-3

Hari ini tepatnya hari Rabu tanggal 13 April 2016, anakku Ainiyah Putri Maritza (Aini) genap berusia 3 tahun. Tidak ada yang special yang bisa kami berikan kepadanya pada hari bahagianya kali ini. Hanya pelukan hangat penuh kasih sayang serta ucapan "Selamat Ulang Tahun" dari Ayah dan Ibunya serta Kakak-kakaknya (Ayu dan Mala).

Anakku....
Seiring dengan bertambahnya usiamu
Kami Ayah dan Ibumu serta Kakak-kakakmu
Hanya bisa mendoakan...
Semoga kelak kamu menjadi anak yang sholeha
Menjadi Anak yang berbakti kepada kedua orang tuan
Menjadi Anak yang bermanfaat bagi orang lain
Aamin....

Anakku...
Ayah ingin mempersembahkan sebuah puisi...
Semoga kelak engkau besar nanti,
Kamu bisa membaca tulisan ini.


Saat pertama melihatmu, bahkan hingga kini…
Adalah keajaiban bagiku
Saat pertama memelukmu, bahkan hingga kini…
merupakan keindahan yang selalu menggetarkan kalbuku

Memilikimu dalam hidupku…
adalah bukti kesempurnaan kasih Allah swt padaku
Hingga karenanya
Kuingin selalu berikan yang terbaik untukmu
sebagai ungkapan syukurku pada Allah swt.

Membimbing dan mendidikmu
merupakan tugas suci yang kuendapkan dalam darahku
Menjaga dan mengasihimu
akan selalu menjadi langkah berirama dalam detak jantungku

Berdoa dan berharap
akan selalu menjadi energi yang mengisi hati dan pikiranku
Hingga menegur dan memarahimu
bagaikan duri yang harus kutelan dan mengoyak hatiku
sekalipun duri itu tak boleh kubuang
Karena kuingin kau menjadi dirimu yang tangguh, tegar, kuat dan mandiri.

Dan kuingin kau tahu
aku akan selalu mencintaimu dan bangga padamu
meski tubuhku pudar dan raga sirna….bersama waktu



JANGAN LUPA JOIN PAYTREN

KLIK BANNER BERIKUT



Sabtu, 16 Mei 2015

Auliani Putri Kumala

Tepat 4 tahun yang lalu tanggal 16 Mei 2011, kau terlahir di dunia. Engkau adalah bidadari kecil yang terlahir sempurna dan menjadi adik dari kedua kakakmu Rizqiyah Forestryani (Qya) dan Dwi Wahyuningsih (Ayu). Tak terasa sudah 4 tahun berlalu dan kini kamu terus tumbuh menjadi seorang anak yang periang. Tiada hari tanpa melihat keceriaan yang selalu kamu tunjukkan. Kadang nakal, usil dan susah diatur, tapi itulah kamu dan Ayah dan Ibu mengerti itu. 
Hari ini, genap 4 tahun usiamu dan sebentar lagi kamu akan mulai memasuki bangku sekolah di TK. Tidak ada yang dapat Ayah dan Ibu berikan saat ini. Namun Ayah dan Ibu terus berdoa, semoga kelak kamu menjadi anak yang dapat membahagiakan kedua orang tua, membahagiakan orang lain dan tentu saja menjadi anak yang sholeha.

Dihari yang berbahagia ini, Ayah dan Ibu ingin mempersembahkan sebuah puisi buatmu.

Anakku...
Kau adalah permata terindah dalam hidupku
Tiada yang lebih membuatku bahagia selain hadirmu
Karena kau adalah berkat Tuhan dalam hidupku
Anakku...
Senyummu, tawamu, candamu begitu menghiburku
Hilang semua penat ketika kau hadir
Semangatku bekerja menjadi lebih berkobar
Anakku...
Kuberikan nama indah untukmu
Itu adalah doa, harapan dan cintaku untukmu
Ku ingin kau seperti itu saat dewasa nanti
Anakku...
Aku tak berharap kau membalas semua yang telah kulakukan untukmu
Aku hanya ingin kau mencintaiku seperti aku sangat mencintai
Anakku...
Jika dewasa nanti, jadilah orang yang berguna dan mandiri
Aku tak ingin hidupmu menyusahkan siapapun
Karena itu semua yang kau butuhkan telah aku persiapkan.
Anakku...
Apapun yang terjadi di hidup ini teruslah melangkah
Jangan berhenti karena halangan
Sebab kau pasti bisa melalui itu semua
Dengan teguh pada iman dan percaya pada kelebihanmu
Anakku...
Aku tak akan pernah melupakanmu atau meninggalkanmu
Karena kaulah nafasku, hidupku dan pelitaku
Dan aku rela berkorban untuk kebahagiaanmu
Karena aku sangat mencintaimu

Minggu, 11 Januari 2015

Renungan dan Doa Di Ulang Tahunku



Menurut Kalender Masehi, hari ini adalah tanggal 10 Januari 2015, bertepatan pula dengan tanggal kelahiranku. Tak terasa hari ini saya genap berusia 35 tahun. Meski tidak ada yang istimewa di hari ulang tahunku, namun pagi ini aku terbangun dengan rasa penuh kesyukuran.
Alhamdulillahirobbil ’alamin, puji dan syukur ku panjatkan kepada-Mu ya Allah, karena sampai saat ini engkau masih memberikanku kesempatan untuk hidup didunia yang indah ini.
Tidak terasa hari demi hari terus berganti, minggu ke minggu terasa singkat sekali,
Bulan pun kian berganti bulan, tahun berganti tahun,
Rabb....singkat sekali rasanya...

Ya Allah, terima kasih untuk jalan yang Engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang Engkau berikan.
Ya Rabb, terima kasih untuk pelajaran yang Engkau berikan, bahwa semua akan indah pada waktunya.
Engkau bukakan mataku, bahwa walaupun sering ku rasa pahit dan perih, rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.
Ya Rabb..setahun ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milik-Mu semata. Semuanya bisa Engkau ambil kapan saja dan Engkau gantikan dengan kehendak-Mu.

Sujud syukurku kepadamu karena sampai saat ini aku masih bisa bersanding bersama orang-orang yang sangat kucintai. Terkadang hidupku penuh dengan kesesatan duniawi, tatkala akupun sering melanggar semua perintahmu dan selalu mengulanginya secara terus menerus baik itu sengaja ataupun itu hanyalah itu ketidak sengajaanku.
Dengan penuh kesadaran aku menyadari bahwa kadang selama ini yang aku lakukan hanyalah mempersulit keadaan orang-orang yang aku cintai dan masih belum bisa membahagiakan mereka, akan tetapi aku yakin bahwa di balik itu semua engkau punya rencana yang amat baik demi menuntunku ke jalan yang engkau ridhai.
Seiring dengan pertambahan usia ku yang 35, terkadang dalam hati selalu merenung kapankah diri ini bisa membuat mereka bahagia? Mereka yang kucintai adalah mereka yang selalu mendukung segala sesuatu yang aku lakukan dan selalu menegurku di saat aku berada di jalan yang salah. Ya allah... satu keinginanku di hari ulang bahagiaku ini adalah agar saya selalu bisa membahagiakan mereka dan selalu dalam jalan yang engkau ridhai.

Satu tekadku adalah ingin menjadi seorang pribadi yang bisa membanggakan semua orang dan tidak mengecewakan mereka untuk kesekian kalinya.
Ucapan terima kasih tak lupa ku sampaikan kepada kedua orangtuaku, walaupun saat ini sudah bisa tidak bersamaku lagi karena mereka telah menghadap kehadirat-Nya. Terima kasih kepada keluarga besarku, sahabat-sahabatku, keluarga kecilku, istriku Kalsum Dato, anak-anakku Rizqyah Forestryani, Dwi Wahyuningsih, Auliani Putri Kumala dan Ainiyah Putri Maritza serta para sahabat blogger lainnya. Tanpa kalian hidup ini terasa mati dan bagaikan kehilangan raga yang sebenarnya.
Ternyata, menjadi orang yang sukses bukan dilihat dari harta yang dimiliki tetapi sukses itu disaaat kita bisa membuat orang yang kita cintai bahagia saat bersama kita.

Sebait Doa Di Hari Ulang Tahunku

Ya Allah,
Ajarkan padaku agar tidak meminta kembali apa yang hilang,
tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang Engkau berikan adalah yang terbaik.
Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepada-Mu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru

Ya Allah,
Engkau ciptakan kami dari tiada, menjadi ada
Kemudian Engkau kembalikan kami kepada-Mu
Kehidupan kami berjalan dan berputar
mengiringi dari masa kemasa sesuai dengan kehendak-Mu.

Ya Allah,
Hari ini tiba juga saya di usia ini
Hari di mana saya harus menjadi lebih bijaksana
Hari di mana saya harus menjadi lebih dekat dengan-Mu
Hari di mana saya harus bisa menjadi teladan bagi orang lain

Ya Allah,
Tambahkan usia saya agar hidupku menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain
Tambahkan usiaku agar dapat lebih memandang hidup
Dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu

Tambahkanlah usiaku agar dapat membimbing keluargaku dengan sepenuh hati
Untuk selalu tunduk dan berbakti kepada-Mu
Panjangkanlah usiaku agar dapat lebih bersyukur
Atas Nikmat dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku

Ya Allah,
Jadikanlah saya menjadi Hamba-Mu yang Khusyu’ dan Tawadhu
Dalam menerima hikmah dan berkah-Mu
Bertambah usia dalam hitunganku
Berkurang pula usiaku dalam hitungan-Mu

Ya Allah,
Terima kasih Engkau telah mengangkatku
Menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi diantara mahluk ciptaan-Mu
Terima kasih Engkau telah memberikan cahaya keimanan kepadaku
sehingga saya dapat lebih mengenal-Mu

Ya Allah,
Saya percaya bahwa Engkau akan selalu berikan yang terbaik untuk diriku, keluargaku, orang tuaku dan semua sahabat sejatiku, yang selalu peduli padaku
Hanya pada-Mu lah Saya senantiasa mengabdi dan hanya pada-Mu lah Saya memohon pertolongan.

Ya Allah,
Berikanlah petunjuk kepadaku agar aku selalu menjadi hambamu yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini,
Tuntunlah diri ini agar selalu menjadi pribadi yang bijaksana dalam menghadapi persoalan di dunia ini.

Ya Allah,
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi umat-Mu yang lain.
Jadikanlah aku termasuk ke dalam hamba-Mu yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan.

Semoga aku bisa memanfaatkan sisa umurku dengan seoptimal mungkin dengan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuk.
Rabb... dengan penuh harap aku memohon semoga Engkau meridhoi setiap hembusan nafasku, detakan nadi dan jantungku, desir rasaku, kejapan mataku, langkah kakiku dan setiap tindakan dari setiap komponen penyusun aku dan tubuhku.

Aku sadar hidup ini tidak ada keberkahan tanpa adanya penyesalan dan do’a yang ku panjatkan kepadamu.
Kabulkan do’a hamba-Mu ini Ya Allah..
Aamiin...aamiin...aamiin...Ya Rabbal Alamiin.


Minggu, 13 April 2014

Selamat Ulang Tahun Anakku Tersayang "Aini"


Tangis pertamamu ternyata tidak sendirian anakku.
Engkaupun mengajak Ayah untuk ikut serta dalam tangisanmu.
Tangis seorang Ayah yang sangat bahagia, melihat bayi mungil lahir dari rahim Ibumu.
Engkau adalah Rahmat dan sekaligus titipan Tuhan untuk Ayah dan Ibumu.

Terima kasih Tuhan….Engkau telah memberikan titipanMu kepadaku.
Nak….hari demi hari telah engkau lalui hingga tak terasa usiamu sekarang sudah menginjak satu tahun.
Dulu engkau hanya mampu menangis, akan tetapi sekarang engkau telah belajar untuk mengenali orang-orang di sekitarmu, engkau telah belajar berbicara, engkau telah belajar berjalan.

Di ulang tahunmu yang pertama ini, Ayah dan ibu hanya berpesan kepadamu Nak. Kelak engkau besar nanti, jadilah engkau insan yang senantiasa bertaqwa, senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan kepadamu, jadilah engkau insan yang jujur karena sekali engkau berdusta,maka orang tidak akan mempercayaimu lagi. Pegang teguh kalimah Tauhid dalam setiap nafasmu.
Jadilah engkau anak yang pandai, bantulah lingkunganmu ketika mereka membutuhkan pertolonganmu, dan bergunalah engkau bagi sesama.

Tidak ada yang bisa ayah dan ibu berikan kepadamu di hari ulang tahunmu ini, kecuali kasih sayang seorang ayah dan ibu yang tulus kepada anaknya.
Kecupan ayah dan ibu di keningmu sebagai ungkapan Selamat Ulang Tahun untukmu nak.
Engkau akan lebih mengerti itu, dibandingkan ayah dan ibu mengucapkan kata selamat ulang tahun seribu kali.
Lihatlah ketika engkau baru saja lahir dan engkau sekarang ini nak



Seutas doa Mama dan papa di hari  ulang  tahunmu sayang : 
"Ya Allah,...   jadikanlah anakku sebagai  "pandangan mataku" yg selalu membahagiakanku saat kesedihan datang... dan yang mengingatkanku saat diuji kebahagiaan...serta  jadikanlah  ia orang yang kau pilih untuk  menabur kebaikan....  Aamiin.

Link : Liliks

Kamis, 10 April 2014

Selamat Ulang Tahun Istriku


Dear Istriku....
Usiamu kini telah bertambah....
begitupula akan pengalaman hidup.
begitu pula akan amal yang telah engkau perbuat
sebuah keharusan untuk kita bersyukur
dan mengharapkan akan lebih baik kedepannya.

Nikmat hidup, nikmat sehat adalah sebuah anugerah
pengalaman hidup bersama kita jadikan modal
bahwa kita bisa lebih baik lagi
dan bisa lebih bersyukur lagi

anggap saja masalah adalah sebuah tangga
yang menguji kita .....
yang menyatakan bahwa kita sanggup mengatasi masalah.

Ukirlah harimu dengan panuh warna amal keaikan,
sambutlah setiap saat akan waktumu dengan penuh optimisme.
Sandarkanlah semuanya pada sebuah nilai ibadah
lakukanlah pekerjaanmu dengan penuh keikhlasan
Aku akan bersamamu......
insya Allah selamanya.

Selamat ulang tahun istriku...

Rabu, 05 Maret 2014

Selamat Ulang Tahun Ke-6 Buat Anakku "Ayu"


Anakku sayang......
Tgl 5 Maret hari ini genap sudah 6 tahun usiamu. Kau permata hati yang diberikan Tuhan kepada kami 6 tahun yang lalu. Kehadiranmu sangat special bagi kami. Kau tumbuh sehat dan cerdas meskipun keadaan tak selalu nyaman di masa pertumbuhanmu. Kami ayah dan ibumu minta maaf karena di hari spesialmu ini, tidak ada yang bisa kami berikan. Tak banyak yang bisa bapak-ibu berikan sebagai kado ultahmu kali ini selain harapan dan doa agar kelak kau menjadi anak yang bijak, baik hati, jujur dan kuat menghadapi tantangan hidup. Tapi Ayu jangan bersedih, kelak bila ayah dan ibumu akan memberikan hadiah seperti yang selalu kamu angan-angankan.
Kau mengalami masa-masa kelam sebagai seorang anak berbeda dengan anak-anak lainnya saat ayah dan ibumu kehilangan momen berharga menyaksikan kau tumbuh, karena harus melanjutkan kuliah di negeri orang. Tapi kau mampu melewatinya dengan baik. Ayu adalah anak Ayah dan Ibu yang berhati lembut, perasaanmu yang sangat halus.

Ayah masih teringat setahun yang lalu, ketika Ayu ikut bersama Ayah dan Ibu ke Malang karena ayah dan ibumu harus melanjutkan kuliah. Ayah sudah berjanji untuk menyekolahkan Ayu di Malang, biar selalu dekat dengan Ayah dan Ibu. Namun, keadaanlah yang mengharuskan Ayu harus pulang bersama nenek kembali ke kampung. Ayu tahu gak??, sepeninggal Ayu, ayah selalu menangis dan selalu duduk merenung karena ditinggal Ayu. Kenapa?? Karena Ayah tahu, selama ini Ayu belum pernah sama sekali jauh dengan Ayu dan Ibu. Dan Ayah tahu bahwa Ayu pasti sudah kecewa karena harus jauh dari kami dan tidak jadi sekolah di Malang.
Yang membuat Ayah menangis, ketika Ayah dan Ibu kembali ke kampung untuk melaksanakan PKL disana, ayah sempat syok dan kaget melihat keadaan kamu yang hampir saja Ayah lupa dengan wajah kamu. Ayu sudah 8 bulan tidak bersama Ayah dan Ibu. Kamu begitu kurus dan Ayah terlintas melihat dimatamu sebuah pandangan kosong dan rasa kecewa dan ayah tahu itu.
Saat itu, Ayu menjemput Ayah dan Ibu ketika turun dari mobil. Ayah hampir saja menangis ketika turun dari mobil. Ketika sampai di rumah, Ayah tidak bisa menahan rasa haru. Ayah memeluk erat kamu sambil menangis tersedu.
Untuk mengobati rasa kecewamu, ketika Ayah dan Ibu mau kembali ke Malang, kamipun mengajak Ayu untuk ke Malang. Memang berat, karena nenek kamu tidak mengijinkan untuk membawamu. Tapi, ayah dan ibu tetap meyakinkan nenekmu, sehingga Ayu pun bisa ikut bersama ayah dan ibu ke Malang.
Sekarang Ayu sudah bersekolah di Malang di RA. Muslimat 13 Singosari, dekat dengan kampus tempat dan ayah dan ibumu kuliah.
Enam tahun sudah umurmu Ayu, kau jadi tambah besar dan cantik. Ibu senang setiap kau tersenyum membawa pulang nilai-nilai ulanganmu yang bagus, ayah dan ibu cukup bangga dengan prestasimu, nak.
Ibu juga bangga karena kau tidak menyusahkan ayah dan ibu. Sedikit rewel kadang-kadang, tapi kau anak yang cukup penurut dan tidak sulit membuatmu paham maksud orang tua.
Ayu anakku sayang....., di ultahmu ke 6 tahun ini, tidak ada kado istimewa dari kami (walaupun Ayu sempat merengek minta kado). Ayu masih bisa memahami keadaan ayah dan ibu sekarang. Kami terharu nak, kau begitu baik dan tidak penuntut. Kau mengerti bahwa saat ini ayah dan ibu tidak memiliki banyak uang.
Doa kita bersama di hari ultahmu kiranya menjadi semangat untukmu menjalani hari-hari depan yang ceria di masa kecilmu.
Kami akan terus berusaha mencukupi kebutuhanmu, meskipun tidak mewah, tidak dengan barang-barang mahal tapi dengan kasih sayang yang kami punya. Kebersamaan kita jauh lebih berharga daripada barang-barang mahal dan segala kemewahan. Ibu berdoa kelak kau jadi anak yang bisa berhasil karena usahamu sendiri, bisa menikmati hidup dan bahagia dengan apa yang kau miliki itu.
Selamat ulang tahun anakku…

 
;