Minggu, 20 Oktober 2013

Manasik Haji RA Muslimat 2013


Hari ini tepatnya hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2013 anak saya Dwi Wahyuningsih (Ayu) yang saat ini sudah Kelas B di RA Muslimat 13 Singosari, bersama dengan teman-temannya yang masih sekolah di Kelas A TK Muslimat 13 melaksanakan Latihan/Manasik Haji di Lapangan Tumapel Singosari. Kegiatan Manasik Haji kali ini dilaksanakan untuk semua anak-anak TK/RA Muslimat se-Kecamatan Singosari.

Pada awalnya memang kelas B belum saatnya melaksanakan Manasik Haji dan akan dilaksanakan nanti pada tanggal 07 Nopember 2013 di Stadion Kanjuruhan Malang. Namun, karena Ayu ingin ikut serta dalam kegiatan hari ini, maka kami orang tuanya beserta guru-gurunya harus ikut mengantarkan dia ke tempat latihan.

Tujuan Manasik Haji ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman ilmu dasar manasik haji kepada siswa TK, juga diharapkan dapat berimbas kepada orangtua siswa sehingga yang sudah mampu untuk melaksanakan ibadah haji memiliki ketertarikan untuk melaksanakan rukun islam ke 5 tersebut. Aamiin.....
Karena anak-anak usia 4-6 tahun memiliki daya ingat yang kuat, diharapkan juga dengan adanya kegiatan ini bisa merangsang mereka jika sudah dewasa kelak untuk berkeinginan (niat) melaksanakan ibadah haji.

Kegiatan Manasik Haji ini dibuat semirip mungkin dengan kegiatan ibadah haji yang sebenarnya, dari mulai memakai pakaian ihram, niat haji, membaca bacaan talbiyah (labbaikallahumma labbaik....), wukuf, melontar jumrah, sa'i, tawaf.

Alhamdulillah.... setelah selesai manasik haji, anak saya ingin mengabadikan kegiatan itu dengan berfoto bersama.
Setelah selesai kegiatan manasik haji hari ini, ternyata Ayu masih pengen untuk ikut kegiatan Manasik Haji bersama teman-teman sekelasnya yang nanti akan dilaksanakan tanggal 07 Nopember 2013 di Stadion Kanjuruhan Malang. Waduuh.....liat aja nanti, masalahnya saya bersama ibunya masih harus kuliah karena bertepan dengan hari Kamis. Insya Allah deh bisa terwujud, demi menambah wawasan pengetahuan si anak. :)

Minggu, 25 Agustus 2013

Akhir Perjuangan Mama Bag. I


Hari ini tanggal 24 Agustus 2013 ternyata merupakan hari terakhir saya bisa bercanda tawa dengan Mamaku tersayang. Dia telah pergi meninggalkan saya anak semata wayangnya. Lengkap sudah saya menyandang status anak Yatim Piatu, karena sebelumnya pada 30 tahun yang lalu, sang Ayah sudah pergi meninggalkan kami semua menghadap kehadirat-Nya, waktu itu saya masih berumur kurang lebih 3 tahun.
Saya masih ingat betul, sekitar 2 tahun yang lalu pada bulan Agustus 2011, Mama sudah merasakan ada tanda-tanda penyakit. Namun, saat itu Mama tidak terlalu memperdulikannya dan terus beraktifitas seperti biasa sebagai seorang penjahit dan sekali-sekali pergi ke kebun untuk bercocok tanam layaknya seorang petani (memang seorang petani).
6 bulan berselang, rasa perih yang dirasakan Mama semakin sering muncul apalagi jika sudah kelelahan/kecapean setelah selesai bekerja seharian. Saat itu pula muncul inisiatif untuk memeriksakan diri ke Dokter. Rumah Dokter tidak cukup jauh tepatnya di Kota Bau-Bau, hanya berjarak kurang lebih 15 Km dari rumah. Karena bukan dokter spesialis (hanya dokter umum), Mama hanya diberikan obat ala kadarnya dan diminta untuk kembali lagi diperiksa bulan depan.
Sebulan kemudian, Mama kembali untuk memeriksakan penyakitnya dan Dokter pun memberikan rujukan untuk segera berkonsultasi dan memeriksakan penyakit di RSUD setempat. Tapi, dari RSUD setempat hanya memberikan surat rujukan untuk ke RSUD Provinsi yang ada di Kota Kendari.
Hasil pemeriksaan di RSUD Kendari, ternyata Mama menderita Kanker yang didiagnoasa telah menderita Kanker Ganas dan dianjurkan untuk menjalani Kemoterapi. Karena di RSUD Kendari tidak tersedia fasilitas lengkap untuk Kometerapi, Mama dianjurkan untuk ke RS yang lebih lengkap di Makassar.
Awal bulan Maret 2012, Mama harus berangkat ke Makassar setelah sebelumnya harus mengurus segala administrasi seperti Jamkesmas, Surat Rujukan dll. Pada saat Mama berada di RSU Dr. Wahidin kurang lebih 1 bulan, saya pun ikut menjaga Mama dan mau gak mau saya harus ijin dari Kantor tempat saya bekerja. Hasil pemeriksaan Dokter, Mama harus segera dioperasi dan waktu operasi pun sudah ditetapkan, namun pada akhirnya Mama pun harus menjalani Kemoterapi terlebih dahulu dan operasi akan dilaksanakan jika sudah menjalani Kemoterapi minimal 6 kali.
Setelah menjalani kemoterapi, Mama kembali ke kampung dan saya pun turut mengantarnya, sambil menunggu 3 minggu kemudian untuk kembali menjalani Kemoterapi yang ke-2. Karena Mama sudah berada di kampung, saya pun pamit ke Mama untuk kembali ke tempat tugas saya di Larantuka, NTT.
Hari demi hari Mama lalui pasca Kemoterapi yang pertama, namun ternyata Mama tidak sanggup dengan efek Kemoterapi yang dideritanya. Terpaksa Mama memutuskan untuk tidak lagi menjalani Kemoterapi selanjutnya.
Pasca Kemoterapi yang pertama tersebut, mama terus berjuang melawan penyakitnya dengan berbagai pengobatan baik medis, tradisional maupun dengan do’a.
Sekitar bulan Mei 2012, saya mencoba mengajak Mama ke Larantuka, sesuai saran teman-teman di Larantuka untuk membawa Mama ke beberapa orang yang sudah biasa menyembuhkan penyakit seperti yang Mama alami.
Bersambung.....
 
;